Pos

29 Taman Nasional Dibuka Juli 2020, Termasuk Karimunjawa

29 Taman Nasional Dibuka Juli 2020, Termasuk Karimunjawa

JAKARTA – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali membuka 29 taman nasional untuk menyambut kenormalan baru. Rencananya, tempat konservasi sekaligus tempat wisata itu dibuka bertahap hingga pertengahan Juli 2020.

“Berdasarkan hasil kerja Kementerian LHK bersama-sama dengan pemerintah daerah di lapangan melalui unit pelaksana teknis kerja kementerian, telah tercatat 29 taman nasional dan taman wisata alam yang secara bertahap sudah dapat dibuka, dari proyeksi waktu saat ini sampai dengan kira-kira pertengahan Juli 2020” kata Menteri KLHK Siti Nurbaya di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Senin, 22 Juni 2020.

Setelah itu kita akan cek kembali beberapa lokasi lain yang juga bisa dibuka secara bertahap. Salah satu taman nasional yang akan dibuka yakni Taman Nasional Karimunjawa di Jawa Tengah. Selain itu, ada Taman Nasional Way Kambas di Lampung dan Taman Nasional Bromo Tengger di Jawa Timur, serta Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur.

“Beberapa lokasi yang secara bertahap bisa dibuka adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Kemudian Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan, juga Bali,” ujarnya.

Siti menegaskan pembukaan taman nasional ini akan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Hal ini diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 382 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pngendalian Covid-19.

Protokol ini meliputi membersihkan area dengan disinfeksi secara berkala paling sedikit tiga kali sehari. Area, sarana, dan peralatan yang digunakan bersama seperti pegangan tangga, pintu toilet, perlengkapan dan peralatan penyelenggaraan kegiatan daya tarik wisata, dan fasilitas umum lainnya harus terus steril.

Kemudian, pengelola harus menyediakan fasilitas cuci tangan dengan sabun yang memadai dan mudah diakses oleh pengunjung. Sirkulasi udara dan sinar matahari yang masuk area ke dalam gedung juga harus dioptimalkan. Pengelolaan tempat wisata wajib memastikan kamar mandi berfungsi dengan baik, bersih, kering, tidak bau. Fasilitas ini harus dilengkapi sarana cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, serta memiliki ketersediaan air yang cukup.

“Pemberitahuan informasi tentang larangan masuk ke lokasi daya tarik wisata bagi pekerja dan pengunjung yang memiliki gejala demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan/atau sesak nafas,” bunyi protokol kesehatan khusus di tempat wisata.

Selanjutnya, pengelola diminta memeriksa suhu tubuh di pintu masuk. Petugas pemeriksa suhu menggunakan masker dan pelindung wajah. Pelaksanaan pemeriksaan suhu didampingi petugas keamanan.

“Mewajibkan pekerja/SDM pariwisata dan pengunjung menggunakan masker. Jika tidak menggunakan masker tidak diperbolehkan masuk lokasi daya tarik wisata,” demikian aturan tersebut.

Pengelola taman nasional juga diwajibkan memperbanyak media informasi terkait penggunaan masker, jaga jarak minimal 1 meter, dan cuci tangan di seluruh lokasi. Pekerja pariwisata pun harus memahami perlindungan diri dari penularan covid-19.

Pemilik usaha Dewandaru oleh-oleh khas Karimunjawa, Bangun Hardono, mengatakan, boleh dibukanya kembali kawasan taman nasional akan mendorong pemulihan ekonomi disektor pariwisata, khususnya di kawasan Taman Nasional Karimunjawa.

“Kawasan konservasi selama ini mendukung dan menjadi bagian pertumbuhan ekonomi di daerah. Dengan dibukanya kembali taman nasional dan taman wisata alam ini semoga mendorong untuk dapat secara paralel berjalan dilakukan pemulihan ekonomi secara bertahap,” ujar Bangun.

Bangun juga menambahkan bahwa sebelumnya pihak-pihak pengelola paket wisata Karimunjawa sudah mulai menyiapkan adaptasi kebiasaan baru sesuai protokol kesehatan sebelum dibukanya kembali kawasan konservasi Taman Nasional Karimunjawa. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya penularan virus corona di kawasan konservasi.

Menhub Kembangkan Bandara Dewadaru, Ramaikan Destinasi Wisata Karimunjawa

Menhub Kembangkan Bandara Dewadaru, Ramaikan Wisata Karimunjawa

KARIMUNJAWA – Pengembangan Bandara Dewadaru di Jepara, Jawa Tengah, ditargetkan rampung pada tahun 2021. Perbaikan bandara ini diharapkan membuka akses dan meningkatkan pariwisata Pulau Karimunjawa. Pulau Karimunjawa menjadi salah satu daerah potensi wisata yang tengah dikembangkan pemerintah. Untuk mendukung program ini kementerian perhubungan memperbaiki aksesbilitas wilayah tersebut dengan mengembangkan Bandara Dewadaru.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam kunjungannya mengatakan saat ini sudah banyak wisatawan lokal dan mancanegara yang berkunjung ke Karimunjawa. Namun penerbangan ke area ini hanya ada tiga kali seminggu, yakni pada senin, jumat, dan minggu. Pihaknya pun melakukan pengembangan bandara dengan menambah panjang landasan pacu dan perbaikan terminal demi kenyamanan penumpang yang ingin menikmati paket wisata Karimunjawa. Ia menambahkan usai diperbaiki, selain menambah rute penerbangan, pihaknya juga akan menggandeng investor untuk membangun perekonomian masyarakat sekitar.

Karimunjawa yang hanya berjarak 40 mil dari Semarang ini sangat menarik untuk menjadi alternatif wisata. Dari pantauan kita, selain bandar udara disini ada juga kapal-kapal Pelni, ASDP, Express Bahari. Dan jumlah penumpang yang bergerak dari Semarang kesini juga cukup banyak, bisa sampai seribu orang satu hari menunjukan bahwa Karimunjawa sebenarnya diminati. Jadi kita akan improvement juga berkaitan dengan angkutan darat.”

WINGS AIR ATR72 KARIMUNJAWA

Wings Air Layani Rute Penerbangan Karimunjawa

KARIMUNJAWA – Maskapai penerbangan Wings Air dengan kode penerbangan IW akan melayani rute penerbangan Semarang ke Karimunjawa.

Wings Air yang merupakan anak usaha dari Lion Air Group ini berencana mengoperasikan rute penerbangan tersebut setiap hari. Selain itu, rute Semarang-Karimunjawa juga dapat terkoneksi dengan kota-kota besar lainnya.

Area Manager Lion Group, Widi Wiyanti saat ditemui di Karimunjawa menuturkan penerbangan rute Semarang ke Karimunjawa bersifat reguler. Rute tersebut resmi beroperasi pada Jumat 12 Oktober 2018.

Wings Air Dewandaru Karimunjawa

SILATURAHMI: Area Manager DIY-Jateng, Wings Air, Widi Wiyanti (kiri) menyerahkan souvenir kepada pemilik Hello Karimun sekaligus Dewandaru, oleh-oleh khas Karimunjawa, Bangun Hardono.

“Pesawat dijadwalkan berangkat dari Bandara Ahmad Yani Semarang (SRG) pukul 11.20 WIB dan tiba di Bandara Dewadaru Karimunjawa (KWB) pada 11.50 WIB. Sedangkan untuk rute sebaliknya di hari yang sama, penerbangan lepas landas dari Karimunjawa pukul 12.10 WIB dan mendarat di Semarang pada 12.40 WIB,” paparnya, Sabtu (29/9).

Widi menuturkan, pesawat yang digunakan rute tersebut berjenis ATR 72-500 atau ATR 72-600. Rute Semarang-Karimunjawa ini juga dapat dilanjutkan ke Pangkalan Bun, Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Surabaya, Lombok, dan Banjarmasin.

“Harga tiket Semarang-Karimunjawa ini dipatok mulai dari Rp. 407.000,” tuturnya.

Menurut Widi, alasan menambah penerbangan ke Karimunjawa karena dapat menjadikan alternatif transportasi lain wisatawan yang ingin menikmati paket wisata Karimunjawa, dan juga diharapkan dapat mendongkrak pariwisata serta mempercepat pertumbuhan ekonomi yang menjadi salah satu potensi terbesar yang dimiliki Provinsi Jawa Tengah, khususnya Karimunjawa.

“Selama ini transportasi kan adanya kapal. Kadang terkendala cuaca laut. Adanya penerbangan bisa dijadikan alternatif lain menuju Karimunjawa,” jelasnya.

Adapun jenis pesawat yang digunakan dari Semarang menuju Karimunjawa berkapasitas bisa mencapai 72 penumpang. Namun, untuk dari Karimunjawa menuju Semarang pihaknya masih akan berkonsultasi dengan pihak Bandara Dewadaru Karimunjawa.

“Kami ikut regulasi bagaimana limitasinya, karena pesawat yang kami gunakan berjenis ATR 72-500 atau ATR 72-600,” tukasnya.

WINGS AIR ATR72 KARIMUNJAWA

Asyik! Wings Air Buka Rute Baru Semarang Karimunjawa

KARIMUNJAWA – Maskapai penerbangan Wings Air dengan kode penerbangan IW yang merupakan anak usaha dari Lion Air Group akan melayani rute penerbangan Semarang ke Karimunjawa.

“Hari Jumat kemarin sudah dilakukan proving flight Wings Air ATR 72-600 dari Bandara Ahmad Yani Semarang ke Bandara Dewadaru Karimunjawa, penerbangan resmi rencana mulai dioperasikan akhir pekan pertama bulan Oktober antara tanggal 5-7 Oktober 2018,” ujar Operational Customer Services Bandara Dewadaru, Sabtu (22/9).

Rute penerbangan rencana dilayani dengan frekuensi secara regular pergi pulang (PP) setiap hari Semarang – Karimunjawa – Semarang. Untuk penerbangan ini, Wings menggunakan pesawat turboprop tipe ATR 72-500 atau ATR 72-600 berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi dengan dimanjakan oleh interior kabinnya. ATR paling nyaman dan canggih di kelasnya yang mampu menerbangi rute jarak pendek.

Pesawat dijadwalkan berangkat dari Bandara Ahmad Yani Semarang (SRG) pukul 11.20 WIB dan tiba di Bandara Dewadaru Karimunjawa (KWB) pada 11.50 WIB. Sedangkan untuk rute sebaliknya di hari yang sama, penerbangan lepas landas dari Karimunjawa pukul 12.10 WIB dan mendarat di Semarang pada 12.40 WIB.

Pemilik usaha Dewandaru oleh-oleh khas Karimunjawa, Bangun Hardono, mengatakan, kehadiran layanan perjalanan udara langsung (direct flight) akan menguntungkan bagi traveler dan business di Karimunjawa.

“Adanya rute penerbangan komersil ke Karimunjawa ini akan menambah ramai dan lebih memudahkan wisatawan yang ingin menikmati keindahan Karimunjawa,” ujarnya.

Rute penerbangan komersil ini dinantikan oleh wisatawan yang ingin menikmati paket wisata Karimunjawa, dan juga diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi serta pariwisata yang menjadi salah satu potensi terbesar yang dimiliki Provinsi Jawa Tengah.

“Langkah Wings Air ini juga mendukung program pemerintah untuk menggeliatkan pasar pariwisata nasional serta percepatan distribusi logistik,” tambahnya.

Alasannya, jarak tempuh hanya 30 menit yang selama ini memakan waktu lebih panjang dengan jalur penyeberangan. Keuntungan lainnya, wisatawan dapat melanjutkan penerbangan dari Semarang ke Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Bandung, Surabaya, Banjarmasin, Pangkalanbun, Lombok, dan kota besar lainnya.

Express Bahari 3F Semarang Karimunjawa

Express Bahari Tambah Rute Penyeberangan Semarang Karimunjawa

KARIMUNJAWA – Pihak pengelola kapal cepat Express Bahari yang melayani penyeberangan ke Karimunjawa, menambah rute penyeberangan dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah.

Penyeberangan kapal cepat Express Bahari mengalami penambahan rute penyeberangan mulai Juli pekan ini. Dari yang semula melayani penyeberangan rute Jepara ke Karimunjawa akan ditambah penyeberangan dari Semarang ke Karimunjawa. Hal ini disampaikan pengelola kantor Express Bahari Cabang Semarang, Dian.

“Mulai bulan Juli ini penyeberangan Semarang ke Karimunjawa mulai beroperasi, pelayaran perdana mulai pekan ini Jumat (27/7),” ujar Dian yang dihubungi melalui telepon, Senin (23/7/2018).

Lebih lanjut ia mengemukakan, penambahan rute penyeberangan ini semoga menambah ramai dan lebih memudahkan wisatawan yang ingin berlibur ke Karimunjawa, melalui penyeberangan dari Kendal.

“Rencana jadwal penyeberangan 3x seminggu,” tambahnya.

Adanya penambahan jadwal penyeberangan dari Semarang ke Karimunjawa ini semakin menggairahkan pelaku paket wisata Karimunjawa.

Hal senada diungkapkan oleh Bangun Hardono, pemilik usaha Dewandaru oleh-oleh khas Karimunjawa mengatakan, penambahan rute penyeberangan dari Semarang akan menambah ramai wisatawan yang berlibur ke Karimunjawa.

“Sekarang tidak perlu jauh-jauh lagi ke Jepara, karena sudah ada kapal Express Bahari tujuan Karimunjawa dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Akses lebih mudah, lebih dekat dari stasiun maupun bandara di Semarang. Adanya penambahan rute penyeberangan ini akan menambah ramai dan lebih memudahkan wisatawan,” katanya.

Bupati Tinjau Pelabuhan Penyeberangan Batang Karimunjawa

Usai Lebaran Akan Ujicoba Jalur Penyeberangan Batang Karimunjawa

BATANG – Pemkab Batang akan secara serius merealisasikan ide pembuatan rute Pelabuhan Batang-Karimunjawa untuk mendukung program pariwisata yang diusung. Hal ini akan diwujudkan sebagai respons kehadiran pembangunan pelabuhan niaga yang sekarang masih dalam proses pengerjaan.

”Kami ingin nanti ada kapal pariwisata yang membawa penumpang dari Batang ke Karimunjawa. Saya sudah berkomunikasi dengan Kepala Unit Penyelanggara Pelabuhan Kelas III Batang agar program ini bisa secepatnya dilakukan,” ucap Bupati Wihaji, Minggu (10/6).

Dia menyampaikan ide-ide itu untuk mendukung program pariwisata yang sekarang jadi prioritas. Salah satunya adalah membangun konektivitas pariwisata antara daerah. Dirinya melihat potensi yang besar dengan keberadaan pelabuhan niaga di Batang, apalagi tidak semua daerah memilikinya. ”Kami ingin mengembangkan pelabuhan Batang dengan konsep 4 in 1. Dalam satu kawasan pelabuhan tersebut, nantinya akan difungsikan untuk niaga, pengangkutan orang, pengangkutan ikan dan juga pariwisata. Salah satunya adalah menjadi rute akses Batang-Karimunjawa. Jadi bagi wisatawan yang ingin menikmati paket wisata Karimunjawa tidak perlu ke Semarang atau daerah lain, cukup dari Pelabuhan Batang saja,” tegasnya.

Kepala Unit Penyelanggara Pelabuhan Kelas III Batang Cpt Hendrik Kurnia Adi menyambut baik ide dari Bupati Wihaji. Menurut dia, pihaknya merespons apa yang menjadi keinginan bupati tersebut. Rencananya, uji coba kapal penumpang pariwisata Batang-Karimunjawa akan segera dilakukan setelah lebaran dengan menggunakan kapal cepat.

Uji Coba

”Habis Lebaran ini uji coba kapal rute Batang- Karimunjawa akan direalisasikan. Kapal tersebut nantinya berupa kapal cepat dengan kapasitas penumpang 300 orang,” tuturnya.

Dia menjelaskan, pihaknya akan berkirim surat terlebih dahulu ke pusat terkait izin operasional hal ini. Dengan adanya uji coba, nantinya bisa diketahui kecepatan kapal, manuver sampai berapa lama waktu tempuh antara Batang- Karimunjawa. Jika rute Batang-Karimunjawa ini bisa benar-benar direalisasikan, maka kapal penumpang pariwisata nantinya dapat disediakan oleh para pengusaha kapal pariwisata.

”Kalau Pemkab Batang bisa menyediakan, juga tidak masalah. Salah satu konsekuensi dari program ini adalah penyedian fasilitas yang nyaman untuk para penumpang. Seperti terminal dan sarana penunjang lain. Ini agar para penumpang atau wisatawan benar-benar merasa nyaman,” tuturnya.

(Sumber: suaramerdeka.com)

NAM AIR ATR72 KARIMUNJAWA

NAM Air Layani Rute Penerbangan Karimunjawa

KARIMUNJAWA – Maskapai penerbangan NAM Air yang merupakan anak usaha dari Sriwijaya Air Group akan melayani rute penerbangan Semarang-Karimunjawa, dengan menggunakan pesawat ATR 72.

Pembahasan bersama maskapai penerbangan komersil NAM Air – Sriwijaya Air Group Frangky Gan dan Capt. Daniel Adhitya, Bandara Dewandaru Karimunjawa Kabandara beserta Staff, dan Dirjen Hubud, dengan pelaku wisata, launching perdana pesawat komersil penerbangan Semarang-Karimunjawa dan Karimunjawa-Semarang sepakat melakukan penerbangan komersil perdana minggu pertama bulan Juni.

“Minggu pertama bulan Juni antara tanggal 5-7 Juni 2018 rencana akan dilakukan inaugural flight dari Bandara Ahmad Yani Semarang ke Bandara Dewandaru Karimunjawa, menggunakan pesawat ATR 72 dengan kapasitas 50 penumpang,” ujar Direktur Komersial NAM Air Frangky Gan, Selasa (23/5).

Rute penerbangan komersil ini dinantikan oleh wisatawan yang ingin menikmati paket wisata Karimunjawa, dan juga diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi serta pariwisata yang menjadi salah satu potensi terbesar yang dimiliki Provinsi Jawa Tengah.

Hal senada diungkapkan oleh Bangun Hardono, pemilik usaha Dewandaru oleh-oleh khas Karimunjawa mengatakan, adanya rute penerbangan komersil akan menambah ramai wisatawan yang berlibur ke Karimunjawa.

“Adanya rute penerbangan komersil ke Karimunjawa ini akan menambah ramai dan lebih memudahkan wisatawan yang ingin menikmati keindahan Karimunjawa,” ujarnya.

Pesawat yang digunakan adalah jenis ATR 72 dari maskapai penerbangan NAM Air dengan kapasitas penumpang sebanyak 50-72 orang. Rencana frekuensi penerbangan tiga kali dalam seminggu.

NAM AIR KARIMUNJAWA

Dua Maskapai Incar Rute Penerbangan Karimunjawa

SEMARANG – Transportasi ke Pulau Karimunjawa melalui jalur udara berpotensi mengalami peningkatan. Hal itu menyusul ketertarikan beberapa maskapai membuka rute penerbangan untuk melayani paket wisata Karimunjawa dari Bandara Ahmad Yani Semarang ke Karimunjawa.

Tercatat ada dua maskapai penerbangan yang saat ini mengincar rute ke Karimunjawa. Kedua maskapai penerbangan itu, yakni Sriwijaya Air dan Lion Air.

Area Manager Lion Group Jateng dan DIY, Widi Wiyanti, mengatakan saat ini pihaknya sedang mengkaji pembukaan rute dari Semarang ke Bandara Dewandaru, Karimunjawa.

“Penambahan rute (Semarang-Karimunjawa) baru akan kami bicarakan lebih dahulu dengan pimpinan pusat,” tutur Widi, Selasa (27/3/2018).

Selain menunggu rekomendasi dari pusat, untuk penambahan rute ke Karimunjawa pihaknya juga menunggu proyek perluasan landasan pacu di Karimunjwa selesai. Nantinya, pihak Lion Air akan menggunakan pesawat jenis ATR untuk melayani rute tersebut.

Sementara itu, Distrik Manager Sriwijaya Group Cabang Semarang, Budi Sasongko, juga menyatakan minat perusahaannya membuka rute penerbangan ke Karimunjawa.

Untuk saat ini, Sriwijaya sedang mengajukan slot time tambahan kepada pengelola Bandara Ahmad Yani.

“Rute Karimunjawa ini bisa didarati dengan menggunakan pesawat ATR,” terang Budi.

(Sumber: jatengpos.com)

WINGS AIR ATR72 KARIMUNJAWA

Sriwijaya dan Lion Grup Jajaki Penerbangan ke Karimunjawa

SEMARANG – Sejumlah maskapai penerbangan melirik penerbangan rute Semarang-Karimunjawa. Distrik Manager Sriwijaya Grup Cabang Semarang, Budi Sasongko, mengatakan, pihaknya mengkaji penambahan rute baru ke destinasi tersebut.

“Rute Karimunjawa ini bisa menggunakan pesawat jenis ATR. Ini kami pertimbangkan untuk menambah rute ketika slot time penerbangan di Semarang nanti bertambah,” kata Budi, Senin (26/3).

Selain memiliki pesawat ATR, Budi mengungkapkan, paket wisata Karimunjawa dilirik sebagai destinasi rute baru lantaran infrastruktur yang semakin baik. Namun, dia belum bisa memastikan, kapan rute ke Karimunjawa terealisasi.

“Kami akan pararelkan pembahasan infrastruktur yang dilakukan Pemerintah Provinsi. Tapi, ini memang peluang,” ujarnya.

Area Manager Lion Grup DIY-Jateng, Widi Wiyanti, mengatakan, rute Semarang-Karimunjawa juga sempat dilirik. Namun, dia mengaku, rute tersebut masih dini dibahas sekarang.

“Bukannya tidak jadi (menggarap rute tersebut) tapi masih dijajaki dari potensi-potensinya,” ungkap Widi.

Menurut dia, pertimbangan yang masih dibahas di antaranya terkait panjang landasan di Bandara Karimunjawa. Hal ini penting untuk menyesuaikan pesawat yang dimiliki.

Widi menjelaskan, pesawat yang dapat mejangkau Karimunjawa berjenis ATR. Di Lion Grup, pesawat jenis tersebut dimiliki maskapai Wings Air. “Kalau rute ke Karimunjawa dibuka, kami akan menggunakan maskapai Wings Air,” imbuhnya.

Widi mengakui, pemerintah pernah meminta Lion Grup membuka rute penerbangan ke Karimunjawa. Permintaan ini disampaikan lewat surat. Namun, pihaknya masih mengkajinya.

“Kalau cocok, harapannya bisa masuk. Namun, realisasi rencana itu tidak dalam waktu dekat,” jelasnya.

(Sumber: jateng.tribunnews.com)

Susi Pudjiastuti Paddling Karimunjawa

Susi Pudjiastuti Ingin Seberangi Karimunjawa dengan Selancar

Karimunjawa – Olahraga berselancar di laut dengan papan paddle dan dayung atau paddling bagi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti adalah hobi. Susi mengaku sebelum usianya semakin menua ingin mendayung selancar dari Karimunjawa sampai Jepara selama 2 hari 2 malam.

Targetnya tersebut dikarenakan dirinya sudah berhasil mendayung dari pulau satu ke pulau lainnya yang berjarak 3 mil. Dia mencontohkan, seperti dari Pulau Seno ke Alife Stone Park, lalu Pulau Tiga di Selat Lampa ke pelabuhan dekat Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) Natuna, lalu Pulau Cemara ke Pulau Kura-kura di Karimunjawa.

“Nonstop 3 mil kira-kira, saya ingin sebelum uzur mau coba Jepara-Karimunjawa kira-kira 2 hari. Tapi harus latihan mungkin 2 bulan tiap hari di laut, jadi dua hari dua malam,” kata Susi di Pantai Batu Sindu, Natuna, Minggu (28/1/2018).

Hampir di setiap kunjungan kerjanya, Susi menyempatkan diri untuk bermain paddleboard di laut. Menurut dia, bermain selancar memberikan rasa yang berbeda untuk dirinya, bukan hanya sekedar refreshing, namun juga mengisi energi.

“Kalau enggak ke laut injury, masuk angin, enak kalau kena matahari seperti ini,” kata Susi.
Lalu sejak dari kapan wanita asli Pangandaran ini bermain paddle?

Dia bercerita, dulu Susi juga suka berselancar alisa surfing. Namun kini, mengingat usia yang sudah tak lagi muda, Susi memilih paddling jadi hobinya.

Paddleboard menurut Susi, memberikan rasa nyaman yang berbeda dengan olah raga lain pada umumnya. Dia merasa dengan papan selancar yang didayungnya itu serasa bisa berjalan di atas air.

“Bisa jalan di atas air rasanya, nyaman, lalu lepas enggak lihat orang, enggak lihat apa-apa, cuma lihat birunya laut, birunya langit, udaranya segar, itu saja,” kata Susi.

Sedangkan untuk lokasi, Susi mengaku semua pantai di Indonesia menjadi lokasi favorit untuk bermain paddle. Seperti halnya saat ini yang berada di Pantai Batu Sindu, dia mengaku meski sepanjang bibir pantai penuh dengan bebatuan yang besar hal itu justru menjadi pemandangan yang beda dengan pantai lainnya.

Sedangkan untuk lokasi, Susi mengaku semua pantai di Indonesia menjadi lokasi favorit untuk bermain paddle. Seperti halnya saat ini yang berada di Pantai Batu Sindu, dia mengaku meski sepanjang bibir pantai penuh dengan bebatuan yang besar hal itu justru menjadi pemandangan yang beda dengan pantai lainnya.

“Indonesia semua cantik pantainya, kecuali Jakarta kotor,” ujar dia.

Bagi sebagian orang, paddleboard mungkin belum pernah diketahui, akan tetapi dirinya memberikan cara-cara bermainnya. Diketahui, paddleboard merupakan olah raga yang membutuhkan keseimbangan.

“Paddle itu yang pertama keseimbangan, setelah keseimbangan lalu belajar rilex, ininya lututnya jangan tegang, kalau tegang pasti jatuh, kalau pikir jatuh pasti jatuh, kalau sudah biasa ya sudah enak,” ungkap dia.

(Sumber: finance.detik.com)