Pos

Listrik Karimunjawa

Listrik Karimunjawa Sudah Nyala 18 Jam

JEPARA – Masalah listrik di Kepulauan Karimunjawa sedikit teratasi. Warga yang menghuni wilayah kepulauan itu sudah mulai merasakan listrik menyala dalam waktu yang lebih lama, yakni selama 18 jam. Sebelumnya, listrik hanya menyala selama 12 jam. Bahkan di beberapa wilayah hanya menyala selama 6 jam.

Hal itu disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Edy Sujatmiko, Rabu (6/1). Jangka waktu menyala yang lebih lama itu sejalan dengan peralihan kewenangan pengelolaan listrik dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara ke pihak PT PLN, awal tahun ini. Beralihnya kewenangan itu menjadikan segala bentuk pengelolaan, termasuk penyediaan bahan bakar ditanggung oleh PT PLN.

“Target Pemkab memang membuat listrik menyala selama 24 jam. Tapi tentu tak mudah. Sehingga dilakukan secara bertahap. Sementara ini sudah menyala 18 jam dulu,” terang Edy.

Belum menyalanya listrik selama 24 jam tersebut lantaran PT PLN masih memanfaatkan instalasi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang lama. Sambil menunggu instalasi baru dari PT PLN yang menurut jadwal baru didatangkan pada Juli mendatang.

Senada disampaikan Camat Karimunjawa, M Tahsin. Menurutnya, warga wilayah terluar Kabupaten Jepara tersebut sudah bisa menikmati aliran listrik selama 18 jam. Warga tersebut adalah warga sudah merampungkan proses awal. Yakni yang sudah membayar pemasangan instalasi sesuai dengan daya yang diinginkan.

“Hal ini dapat membantu dalam pembangunan sektor pariwisata. Meningkatkan kunjungan wisatawan yang ingin menikmati paket wisata Karimunjawa,” ujarnya.

PT PLN juga telah mendistribusikan enam tangki solar yang masing-masing memuat 8.000 liter solar. Sehingga saat ini total tersedia 32 ribu liter solar sebagai amunisi PLTD. Dia juga menegaskan jika pengelola homestay tidak melakukan pencurian listrik.

Garuda Indonesia Explore Karimunjawa

Garuda Indonesia-Pelni “Jual” Karimunjawa

SEMARANG – Maskapai Garuda Indonesia bersama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) akan bersama-sama “menjual” destinasi wisata Kepulauan Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah. Selain menyediakan transportasi untuk aksesbilitas menuju kesana, kedua pihak juga menyiapkan paket wisata.

Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman antara General Manager Garuda Indonesia Cabang Semarang, I Wayan Supatrayasa dengan Kepala PT Pelni Cabang Semarang, Masrul Khalimi, Kamis (31/12).

“Latar belakang dari kerjasama ini karena kami perusahaan yang bergerak di sektor transportasi memiliki tanggungjawab moral terkait kemudahan akses menuju Kepulauan Karimunjawa. Perlu diketahui, pulau tersebut memiliki pesona yang tak kalah dengan destinasi wisata lainnya di Indonesia,” ungkap Kepala PT Pelni Cabang Semarang, Masrul Khalimi.

Selama ini, lanjut dia, faktor alam yaitu angin barat dan angin timur menjadi kendala bagi wisatawan yang akan ke Karimunjawa, karena pada saat kondisi tersebut tidak ada penyeberangan dari Semarang atau Jepara kesana. Dari kendala tersebut akhirnya wisatawan penuh pertimbangan jika akan berkunjung ke Karimunjawa.

“Kami menjawab tantangan tersebut dengan meluncurkan program Let’s Go Karimunjawa bagi wisatawan yang hendak menikmati keindahan pulau tersebut,” tutur Masrul.

Paket Bundling

Program Let’s Go Karimunjawa yang diluncurkan oleh Pelni dan akan berlayar perdana 9 Januari 2016 mendatang itu disambut oleh Garuda Indonesia dengan membuat program paket bundling.

“Jadi kami memanfaatkan 9 rute penerbangan ke Semarang dari Jakarta, Surabaya, Lombok, Makassar, Denpasar, dan Pangkalan Bun untuk menawarkan paket wisata Karimunjawa berama Pelni. Kami sediakan rencana perjalanan sekaligus paket wisata yang bisa dimanfaatkan oleh wisatawan, sehingga dari lokasi asal naik Garuda, menyeberang naik kapal Pelni, dan berwisata ke Karimunjawa,” jelas General Manager Garuda Indonesia Cabang Semarang, I Wayan Supatrayasa.

Sementara itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jateng sebagai pengelola destinasi Karimunjawa melalui Kabid Promosi, Trenggono menyampaikan, Karimunjawa siap menyambut wisatawan dari mana pun.

“Kerjasama ini jelas sangat menguntungkan dalam pengembangan wisata. Sebab, apa artinya tempat yang indah jika tidak bisa dijangkau atau diakses oleh wisatawan. Maka kerjasama Garuda Indonesia dan Pelni ini menjawab kegalauan pemerintah sekarang dengan memfasilitasi akses menuju ke Karimunjawa,” katanya.

KM Leuser Karimunjawa

Let’s Go Karimunjawa, Pelayaran Semarang-Karimunjawa

SEMARANG – Selama 2016, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Semarang mendapatkan alokasi public service obligation (PSO) atau subsidi dari Kementrian Perhubungan. Dana subsidi digunakan biaya operasional untuk rute wisata Semarang-Karimunjawa.

General Manager PT Pelni Semarang, Masrul mengatakan, KM Leuser dijadikan sebagai tumpuan untuk mengangkut penumpang. Dengan kapasitas 900 orang, kapal dengan bobot mati 6.000 GT mampu menghadapi gelombang laut sampai di atas dua meter.

“Prioritas utamanya adalah warga Karimunjawa. Tapi ini juga bisa jadi alternatif bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Karimunjawa,” ujarnya, Kamis (7/1).

Pada periode Januari sampai Maret, musim angin barat yang terjadi di perairan Jawa membuat penyeberangan terkendala. Kapal penumpang dan barang dari Jepara dan Semarang terkendala melaut saat tinggi gelombang di atas dua meter.

Pelayaran Perdana

“Musim angin barat biasanya jadi paceklik jasa paket wisata Karimunjawa. Program Let’s Go Karimunjawa yang kami usung mudah-mudahan dapat membantu warga dan wisatawan,” katanya.

Pelayaran perdana untuk program tersebut akan digelar pada Sabitu (9/1) dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Menurut Masrul, saat ini sebanyak 200 orang telah membeli tiket untuk berangkat dan pulang.

Pada periode berikutnya, Masrul memprediksi animo wisatawan meningkat, karena telah melewati masa orientasi kerja di awal tahun.

“Ada sekitar 300 orang yang ingin berangkat. Tapi karena waktunya mepet dengan jadwal kerja awal tahun, ditunda untuk keberangkatan berikutnya,” ungkapnya.

Pemberangkatan dijadwalkan selama dua pekan sekali selama setahun, kecuali pada masa perbaikan kapal selama dua pekan yang jatuh pada pertengahan April.

Rini Soemarno rapat direksi BUMN di Laut Karimunjawa

Rini Soemarno “Penjarakan” Para Direksi BUMN di Sebuah Kapal di Laut Karimunjawa

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno selama dua hari mengajak 119 direksi perusahaan pelat merah untuk menggelar Focus Group Discussion (FGD), membahas mengenai ‘Road Map BUMN’ Tahun 2016-2019.

Yang istimewa, FGD ini tidak dilangsungkan di kantor kementerian ataupun hotel, melainkan di kapal‎ KM Kelud milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni). Padahal, peserta lumayan banyak. Berdasarkan informasi yang diterima detikFinance, Jumat (20/11/2015), tercatat ada 119 BUMN yang hadir, beserta 18 anak usaha, dan ada 500 orang peserta lainnya dari lingkungan Kementerian BUMN.

Di antaranya adalah Direktur Utama Pelni Sulistyo Wimbo Hardjito, Dirut Pelindo II RJ Lino, Dirut Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin, Dirut Angkasa Pura II Budi Karya. Kemudian juga tampak terlihat, Direktur Utama Bank BNI ‎Achmad Baiquni, Bank BRI Asmawi Syam, Bukit Asam (BA) Milawarma, Aneka Tambang (Antam) Tedy Badrujaman, Wijaya Karya (Wika) Bintang Perbowo, Inalum Winardi Sunoto dan lainnya. Acara tersebut juga merupakan rangkaian kegiatan CEO BUMN Goes to Karimunjawa.

Melihat gaya busana pada direksi tersebut terlihat berbeda. Semua kompak mengenakan baju putih dan bergaya kasual, seperti yang digunakan oleh Menteri Rini. Selain FGD, nantinya juga akan dilangsungkan penandatanganan kesepakatan oleh beberapa BUMN. Di antaranya adalah Mandiri, Pelni, Telkom, Angkasa Pura II, BTN, Perhutani, Sarinah, Jasindo, PT PAL, Taspen, dan BNI serta PTPN VIII.

Mantan menteri perindustrian ini ternyata punya alasan sendiri mengapa mengajak ratusan anak buahnya berlayar. Dengan menggelar acara di atas kapal, Rini bisa memastikan bahwa tidak ada anak buahnya yang kabur.

Selama ini bila acara diadakan di darat, tak sedikit direksi yang pada kabur walau acara belum rampung. “Kalau kabur kan paling ya di sini-sini aja,” papar Rini di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (20/11).

Dengan begitu, perempuan kelahiran Amerika Serikat itu berharap para direksi bisa sama-sama menuntaskan masalah sampai selesai. “Biar segera tuntas,” tegas Rini.

Rini Soemarno rapat direksi BUMN di Karimunjawa

Menteri Rini Soemarno Ajak 119 Direksi BUMN Rapat di Tengah Laut Karimunjawa

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno bersama jajaran direksi BUMN menggelar pertemuan atau Focus Group Discussion (FGD) hari ini, Jumat (20/11/2015). Rapat kali ini membahas roadmap atau rencana kerja BUMN 2015-2019.

Berdasarkan informasi yang diterima dari liputan6.com, acara ini dihadiri 119 direksi BUMN.

Namun begitu, rapat kali ini berbeda dengan FGD yang biasa. FGD kali ini digelar di atas kapal laut KM Kelud milik PT Pelni. Kapal berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok dengan tujuan akhir Karimunjawa. Dengan demikian, mereka akan melakukan rapat di perjalanan laut.

Rini Soemarno sudah sampai di Pelabuhan Tanjung Priok sekitar pukul 09.00 WIB. Rini bersama jajaran direksi lain mengenakan baju berwarna putih.

Tampak beberapa direksi BUMN hadir, seperti Direktur Utama PT Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin, Direktur Utama PT Pertamina Dwi Soetjipto, Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino.

Kemudian terlihat juga Direktur Utama PT Jasa Marga Adityawarman, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Arief Wibowo, dan sejumlah direksi BUMN lainnya.

Sumber: liputan6.com

upacara karimunjawa

Ratusan Wisatawan Khidmat Mengikuti Upacara Kemerdekaan Di Karimunjawa

KARIMUNJAWA – Ratusan wisatawan yang terdampar khidmat mengikuti upacara kemerdekaan di Karimunjawa. Dilaporkan dari lokasi acara di area alun-alun Taman Nasional Karimunjawa, Senin (17/8/2015), upacara dipimpin langsung oleh Camat Karimunjawa.

“Kami belum tahu kapan bisa pulang, tapi kami senang bisa merasakan pengalaman langsung upacara kemerdekaan di salah satu pulau terpencil di utara Pulau Jawa. Ini moment yang sangat jarang bisa dirasakan oleh siapa pun.”, ujar Edo.

Hingga hari ini wisatawan masih terdampar di Karimunjawa, aktivitas penyeberangan kapal dari Karimunjawa terganggu menyusul kondisi gelombang laut yang semakin meninggi dari hari kemarin, sampai 5.0 meter. Itu terjadi pada sepekan ini.

Cuaca berawan masih mendominasi di semua perairan utara Jawa Tengah, situasi gelombang laut itu membuat semua pelaku aktivitas penyebarangan diminta untuk berhati- hati. Bahkan di perairan Karimunjawa mencapai 4.0 meter lebih tinggi dari kemarin.

Berdasarkan pantauan dari maritim.bmkg.go.id, Stasiun Meteorologi Maritim (Stamar) melaporkan juga mencatat adanya kecepatan angin antara 5-25 knot atau 47 km.

Berikut kondisi selengkapnya, yakni perairan Kalimantan Tengah 3.0-4.0 meter, perairan Laut Jawa bagian tengah 3.5-5.0 meter, perairan Kepulauan Karimunjawa 3.0-4.0 meter dan perairan utara Jawa Tengah 2.0-3.0 meter.

Selain itu, tidak ada perubahan cuaca secara signifikan yang terjadi di wilayah perairan selatan Kalimantan Tengah, Laut Jawa bagian tengah, perairan Kepulauan Karimunjawa dan perairan utara Jawa Tengah. Hal ini dikhawatirkan aktivitas para wisatawan yang ingin menikmati paket wisata Karimunjawa akan terganggu. Sampai berita ini diturunkan penyeberangan baik menuju dan dari Karimunjawa masih ditutup.

KM-Binaiya-Karimunjawa

Jalur Transportasi Mudik Karimunjawa Masih Terkendala

JEPARA – Hingga kini masih dikhawatirkan aktivitas penyeberangan kapal mudik ke Karimunjawa akan terganggu menyusul kondisi gelombang laut yang semakin meninggi dari hari kemarin, sampai 5.0 meter. Itu terjadi pada sepekan menjelang lebaran ini.

Cuaca berawan masih mendominasi di semua perairan utara Jawa Tengah, situasi gelombang laut itu membuat semua pelaku aktivitas penyebarangan diminta untuk berhati- hati. bahkan di perairan Karimunjawa capai 4.0 meter lebih tinggi dari kemarin.

Berdasarkan pantauan dari suaramerdeka.com, Selasa (14/7), Stasiun Meteorologi Maritim (Stamar) melaporkan juga mencatat adanya kecepatan angin antara 5-25 knot atau 47 km.

Berikut kondisi selengkapnya, yakni perairan Kalimantan Tengah 3.0-4.0 meter, perairan Laut Jawa bagian tengah 3.5-5.0 meter, perairan Kepulauan Kariamunjawa 3.0 – 4.0 meter dan perairan utara Jawa Tengah 2.7-3.6 meter.

Selain itu, tidak ada perubahan cuaca secara signifikan yang terjadi di wilayah perairan selatan Kalimantan Tengah, Laut Jawa bagian tengah, perairan Kepulauan Karimunjawa dan perairan utara Jawa Tengah berawan-berawan banyak. Hal ini dikhawatirkan aktivitas para pemudik dan wisatawan yang ingin menikmati paket wisata Karimunjawa akan terganggu. Sampai berita ini diturunkan penyeberangan baik menuju dan dari Karimunjawa masih ditutup.

Sumber: muria.co

Karimunjawa-Penerbangan-Susi-Air
Jadwal Penerbangan Karimunjawa

SEMARANG – Jadwal penerbangan perintis rute Semarang-Karimunjawa dan sebaliknya resmi diubah. Rute penerbangan berumur hampir dua minggu itu kini menempati papan jadwal di Bandar Udara (Bandara) Internasional Ahmad Yani Semarang setiap Kamis dan Jumat.

“Ya, sekarang, penerbangan perintis rute Semarang-Karimunjawa berpindah jadwal menjadi setiap Kamis dan Jumat. Maskapai yang dioperasikan masih Susi Air. Tarif juga belum berubah, yakni Rp. 222.000 belum termasuk airport tax, asuransi, dan pajak 10 persen,” ujar Operational Manager and Services Kokapura Ground Handling Susi Air, Mulia Roji, Minggu (17/5).

Sejak diresmikan kali pertama pada 2 Mei 2015 lalu, jadwal penerbangan Semarang-Karimunjawa menempati papan keberangkatan setiap Sabtu dan Minggu pukul 06.00. Sementara rute sebaliknya, diberangkatkan setiap Sabtu pukul 14.10 dan Minggu pukul 12.35.

Saat ini, jadwal keberangkatan rute Semarang-Karimunjawa dioperasikan setiap Kamis dan Jumat pada pukul 06.30 WIB. Untuk rute Karimunjawa-Semarang, diberangkatkan Kamis pukul 15.15 WIB dan Jumat pukul 13.25 WIB.

“Menanggapi masukan dari para penumpang, sebenarnya sudah cocok kalau penerbangan tetap dioperasikan setiap Sabtu dan Minggu. Menurut mereka, jadwal sebelumnya sangat mendukung kegiatan pariwisata. Tetapi, kami tetap mengikuti keputusan Kuasa Pemegang Anggaran,” imbuh Mulia.

Ia mengimbuhkan, sejak rute Semarang-Karimunjawa diresmikan, antusias penumpang untuk menikmati paket wisata Karimunjawa melalui penerbangan sangatlah tinggi. Hal tersebut terbukti dari hasil penjualan tiket dan isisan kursi penumpang.

“Keterisisan penumpang mulai 9 dan 10 Mei selalu penuh. Kami sangat terkesan. Tidak menutup kemungkinan, ke depan, penerbangan perintis ini akan diubah menjadi penerbangan reguler,” tandas Mulia.

Karimunjawa 4

Gelombang Tinggi, Penyeberangan Jawa – Karimunjawa Dihentikan Sementara

JEPARA – Aktivitas kapal motor penumpang yang melayani penyeberangan dari Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menuju Pulau Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa, dan sebaliknya dihentikan sementara karena gelombang laut tinggi, Sabtu (16/5).

Menurut Syahbandar Jepara Yuniarso di Jepara, Sabtu, gelombang ombak tinggi di laut Jepara terjadi sejak Kamis (14/5) sehingga aktivitas penyeberangan dari Pelabuhan Jepara menuju Pulau Karimunjawa dihentikan hingga hari ini.

Gelombang tinggi tersebut, kata dia, disebabkan adanya perubahan cuaca dari musim barat ke musim timur.

Ketinggian gelombang laut di Karimunjawa hari ini (16/5) berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jateng rata-rata 1,25-2,0 meter dengan kecepatan angin antara 11-16 knot.

“Ketinggian gelombang maksimal antara 1,5-2 meter,” ujarnya.

Sementara ketinggian gelombang laut di utara Jateng, kata dia, rata-rata antara 0,5-1,5 meter dengan ketinggian gelombang maksimal antara 1,5-2 meter.
Kecepatan angin timur, kata dia, antara 5-14 knot dengan cuaca berawan.

Cuaca pada hari Jumat (15/5), lanjut dia, kecepatan angin timur di Laut Karimunjawa antara 11-16 knot dengan kondisi berawan, sedangkan ketinggian gelombang rata-rata 1,25-2,0 meter dan ketinggian maksimal antara 2,0-2,5 meter.

Ketinggian gelombang di laut utara Jateng rata-rata 0,5-1,8 meter dan maksimal 1,8-2,0 meter, sedangkan di Laut Jawa bagian tengah kecepatan angin timurnya antara 11-17 knot, sedangkan gelombang rata-rata 1,25-2.0 meter dan maksimal 2,0-2,8 meter.

“Demikian halnya ketinggian gelombang laut pada hari Kamis (14/5) mencapai 2,3 meter,” ujarnya.

Larangan melaut, kata dia, tidak hanya berlaku untuk kepala penumpang, melainkan juga kapal nelayan karena membahayakan keselamatan.

Apabila cuaca laut kembali normal, dia mempersilakan, nelayan kembali melaut, demikian halnya kapal penyeberangan juga boleh beroperasi kembali untuk melayani paket wisata Karimunjawa.

Pengelola Kapal Express Bahari tujuan Jepara-Karimunjawa juga menginformasikan kepada pelanggan pada Jumat (15/5) bahwa kapal tidak bisa diberangkatkan pada Sabtu (16/5) pukul 10.00 WIB karena gelombang tinggi.

Informasi serupa juga disampaikan ketika kapal tidak bisa diberangkatkan pada hari Jumat (15/5) karena faktor yang sama.

Karimunjawa 1

Jadwal Penyeberangan Dibatalkan, Ribuan Wisatawan Gagal Liburan Longweekend Ke Karimunjawa

JEPARA – Ribuan wisatawan gagal menikmati liburan longweekend ke Karimunjawa akhir pekan ini karena beberapa jadwal penyeberangan dibatalkan.

Menurut pemilik paket wisata Karimunjawa “Hello Karimun”, Bangun, pembatalan jadwal penyeberangan disebabkan adanya gelombang tinggi di laut Jepara yang terjadi sejak Kamis (14/5) sehingga aktivitas penyeberangan menuju ke Karimunjawa dan sebaliknya dihentikan hingga berita ini diturunkan.

“Pada hari Jumat tinggi gelombang mencapai puncaknya. Berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG tinggi gelombang rata-rata 2,5-3,0 meter, ditengah perairan Karimunjawa-Jepara ketinggian gelombang bisa mencapai 3,0-4,0 meter.”

Gelombang tinggi tersebut disebabkan adanya perubahan cuaca dari musim barat ke musim timur yang mulai memasuki perairan Kepulauan Karimunjawa, sehingga ini membahayakan para wisatawan.

“Hari Jumat ikut penyeberangan dari Karimunjawa ke Jepara melalui kapal logistik, bisa merasakan langsung gelombang tinggi di tengah laut Jepara,” ujarnya.

Sejak hari Kamis hingga saat ini penyeberangan menuju Karimunjawa dan sebaliknya yang dari Pelabuhan Kartini Jepara dihentikan. Sementara untuk penyeberangan dari Semarang hari Sabtu (16/5) tetap berjalan melalui KMC Kartini dan dijadwalkan kembali pada hari Minggu.