Pos

“Alhamdulillah Listrik Kini Sudah 24 Jam, Karimunjawa Siap Jadi Destinasi Unggulan Jateng”

“Alhamdulillah Listrik Kini Sudah 24 Jam, Karimunjawa Siap Jadi Destinasi Unggulan Jateng”

KARIMUNJAWA – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meresmikan Pembangkit Listrik tenaga Diesel Legon Bajak di Dukuh Telaga, Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Senin (30/5). Dengan PLTD berkapasitas 2×2 Megawatt tersebut, masyarakat di Karimunjawa kini bisa menikmati listrik 24 jam seperti saudara-saudaranya di Pulau Jawa.

Peresmian ditandai dengan penekanan bel bersama-sama antara Ganjar, Direktur Bisnis PT PLN Jawa Bagian Tengah Nasri Sebayang, Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono, Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi, Danrem 073/Makutarama Kolonel Kav Prantara Santosa, dan Sekda Jepara Sholih.

PLTD Legon Bajak melayani sambungan listrik 24 jam di dua pulau, yakni Karimun dan Kemujan. Pada 25 Mei lalu, pembangunan pembangkit di lahan sekitar 1 hektare itu telah dinyatakan layak operasi. PLT diuji lima hari hingga akhirnya diresmikan hari ini. “Alhamdulillah berkat dukungan banyak pihak listriknya sudah 24 jam. Targetnya sebenarnya Juli baru operasional, ternyata bisa lebih cepat dua bulan, terimakasih untuk PLN yang telah bekerja keras dan warga yang merelakan tanahnya untuk jadi pembangkit ini,” kata Ganjar dalam sambutannya.

PLTD Legon Bajak dibangun oleh PT Indonesia Power, anak perusahaan PT PLN. Sempat mengalami kendala karena komponen pembangkit utama tidak tersedia. Akhirnya dicapai solusi dengan merelokasi PLTD dari Pontianak. “Ini mesin relokasi dari Pontianak, tidak masalah, untuk sementara saja karena yang penting listrik bisa dinikmati dulu. Tolong dirawat, ini aset penting,” kata Ganjar.

Pembangunan listrik Karimunjawa, lanjut Ganjar merupakan bagian dari proyek pembangunan infrastruktur kepariwisataan di Jateng. Setelah listrik, Pemprov Jateng akan membangun pelabuhan, menambah frekuensi pelayaran kapal, jaringan telepon dan wifi. 

“Perpanjangan landasan Bandara Dewandaru juga sedang progres sehingga nanti pesawat besar bisa mendarat, harapannya pariwisata meningkat,” katanya.

Menurut Ganjar, Karimunjawa layak menjadi destinasi wisata unggulan Jateng, bahkan Nasional. Masih banyak potensi alam yang belum dieksplorasi di kawasan yang terdiri dari 27 pulau itu. Namun Ganjar mengingatkan perkembangan pariwisata seringkali menimbulkan kerawanan sosial.

“Pariwisata berkembang, tapi awas risikonya. Banyak orang asing datang maka potensi masalah dari seks bebas, alkohol, narkoba, dan budaya asing. Ini harus dicegah sejak awal,” tegasnya.

Direktur Bisnis Jawa Bagian Tengah Nasri Sebayang mengungkapkan, di Indonesia ada 4000 pulau berpenghuni yang masih krisis listrik. Setelah melihat kesuksesan listrik 24 jam di Karimunjawa, ia yakin pulau-pulau lain akan meminta dibuatkan pembangkit serupa. PT PLN akan menjadikan listrik Karimunjawa sebagai model percontohan Nasional.

“Setelah ini pasti pulau-pulau lain akan meminta ke kami. Tapi justru ini yang kami tunggu. Karena tidak bisa PLN sendiri, butuh dukungan kepala daerah, dukungan gubernur dan semangat kekeluargaan seperti di Jawa Tengah. Kami ingin menggunakan listrik Karimunjawa sebagai model uuntuk diterapkan di pulau-pulau lain,” paparnya.

Dijelaskannya, dari 27 pulau di Karimunjawa, hanya lima yang berpenghuni. Yakni Pulau Karimun, Kemujan, Nyamuk, Parang, dan Genting. Tapi baru penduduk Kemujan dan Karimun yang mendapatkan listrik yang dipasok oleh tiga PLTD. Yakni PLTD Karimunjawa 250 kVA + 500kVA menyala 12,5 jam, PLTD Kemujan 2x100kVA menyala 6 jam, dan PLTD Nyamplungan 100kVA menyala 6 jam.

Sekarang dengan adanya PLTD Legon Bajak, penduduk di Kemujan dan Karimun sudah bisa menikmati listrik 24 jam. Operasional PLTD ini juga ditandai dengan pelayanan penambahan daya dan pasang baru. Saat ini sedang diproses pengajuan tambah daya 233 pelanggan dan pasang baru 42 warga.

“Agar listrik dapat dinikmati lebih banyak lagi penduduk, kami sedang memproses pembangunan PLTMG 2 x 4 Megawatt,” bebernya.

Adanya listrik 24 jam ini semakin menggairahkan pelaku paket wisata Karimunjawa. Bangun Hardono, Pemilik usaha suvenir kaos Dewandaru mengatakan, ketersediaan listrik yang melimpah jelas membuat pengusaha semakin antusias berinvestasi di Karimunjawa.

“Semakin banyak spot yang dieksplorasi, pengunjung makin punya banyak alternatif lokasi, dan Karimunjawa semakin indah bercahaya oleh lampu. Tentunya harus dilanjutkan dengan pembangunan infrastruktur lain seperti bandara, pelabuhan, dan jalan,” katanya.

Sedangkan salah satu tour guide setempat, Bambang Zakaria alias Jack, mengharapkan pembangunan pariwisata selama ini masih terlokalisir di Pulau Karimun dan Menjangan. Pulau Kemujan yang kaya akan pantai dan seni budaya justru belum tersentuh.

“Ketika di Kemujan ada PLTD, warga di sini hanya bisa menikmati terang saja. Listrik tidak akan membangkitkan ekonomi kami jika pariwisata masih dibatasi di Karimun saja, padahal potensi di Kemujan sangat luar biasa,” tandasnya.

(Sumber: metrojateng.com)

Ganjar Listrik Karimunjawa

Januari, Listrik Karimunjawa 18 Jam/Hari

JEPARA – Nyala listrik di dua pulau, Karimunjawa dan Kemujan tak lagi 12 jam/sehari. Per 1 Januari 2016, nyala listrik bertambah menjadi 18 jam/hari dan akan menjadi penuh 24 jam/hari mulai Juni nanti. Mulai tahun 2016, pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Karimunjawa yang semula dikelola Pemkab akan menjadi kewenangan PT Indonesia Power. Kedua belah pihak telah menandatangani kesepakatan pada 23 Desember 2015 lalu.

Bupati Jepara Ahmad Marzuki mengatakan peralihan pengelolaan PLTD ke PT Indonesia Power disebabkan Pemkab sudah tidak kuat menanggung biaya pembelian solar nonsubsidi tiap tahunnya. Per tahun, kebutuhan solar mencapai 35.000 liter untuk menghidupkan enam PLTD. Sementara pemasukan dari PLTD hanya berkisar Rp 1,8 miliar/tahun. Padahal kebutuhan anggaran pembelian solar mencapai Rp 5,5 miliar/tahun. “Sudah terlalu berat membeli solar nonsubsidi. Gubernur mendorong dan Pemkab melakukan peralihan ini,” kata Marzuki di sela-sela kunjungan Gubernur ke Karimunjawa, Minggu (3/1).

Camat Karimunjawa, Muh Tahsin menjelaskan pada tahap pertama ini baru dua pulau yang akan dialiri listrik 18 jam, yakni Karimunjawa dan Kemujan. Dua pulau ini memang yang paling banyak jumlah kepala keluarganya, sekitar 1.000-an KK. Sementara di 25 pulau lainnya dihuni sekitar 600-an KK. Lebih jauh ia menjelaskan, pada Juni 2016 nanti rencananya PT Indonesia Power akan mendatangkan mesin berkapasitas 2,5 Megawatt. Sehingga bisa digunakan untuk mengaliri listrik 24 jam/hari.

“Hal ini dapat membantu dalam pembangunan sektor pariwisata. Meningkatkan kunjungan wisatawan yang ingin menikmati paket wisata Karimunjawa,” ujarnya.

Meski pasokan listrik ditambah, sejumlah masyarakat yang melakukan sarasehan dengan Gubernur terlihat tidak terlalu senang. Mereka memprotes perihal biaya pemasangan jaringan listrik terlalu mahal dan tanpa penjelasan. Menurut salah satu warga, Supriyanto (47), pemasangan jaringan dikenai tarif Rp 1.200.000 ditambah biaya instalasi Rp 700.000. Jika warga adalah pelanggan baru PLTD maka dikenai tambahan biaya adminsitrasi Rp 300 ribu. “Hasil omongan dari warga, kok ndak ada penjelasan apapun mengenai biaya. Itu yang kami sesalkan,” kata Supriyanto.

Ganjar mengatakan ada biaya-biaya yang memang harus dibayar jika ingin memperoleh fasilitas yang lebih baik. Termasuk keamanan kabel-kabel yang dipasang di tiap rumahnya. Sebagaimana diketahui, listrik di Karimunjawa terhitung paling mahal di Jawa yakni 2.500/KWH.

Listrik Karimunjawa

Listrik Karimunjawa Sudah Nyala 18 Jam

JEPARA – Masalah listrik di Kepulauan Karimunjawa sedikit teratasi. Warga yang menghuni wilayah kepulauan itu sudah mulai merasakan listrik menyala dalam waktu yang lebih lama, yakni selama 18 jam. Sebelumnya, listrik hanya menyala selama 12 jam. Bahkan di beberapa wilayah hanya menyala selama 6 jam.

Hal itu disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Edy Sujatmiko, Rabu (6/1). Jangka waktu menyala yang lebih lama itu sejalan dengan peralihan kewenangan pengelolaan listrik dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara ke pihak PT PLN, awal tahun ini. Beralihnya kewenangan itu menjadikan segala bentuk pengelolaan, termasuk penyediaan bahan bakar ditanggung oleh PT PLN.

“Target Pemkab memang membuat listrik menyala selama 24 jam. Tapi tentu tak mudah. Sehingga dilakukan secara bertahap. Sementara ini sudah menyala 18 jam dulu,” terang Edy.

Belum menyalanya listrik selama 24 jam tersebut lantaran PT PLN masih memanfaatkan instalasi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang lama. Sambil menunggu instalasi baru dari PT PLN yang menurut jadwal baru didatangkan pada Juli mendatang.

Senada disampaikan Camat Karimunjawa, M Tahsin. Menurutnya, warga wilayah terluar Kabupaten Jepara tersebut sudah bisa menikmati aliran listrik selama 18 jam. Warga tersebut adalah warga sudah merampungkan proses awal. Yakni yang sudah membayar pemasangan instalasi sesuai dengan daya yang diinginkan.

“Hal ini dapat membantu dalam pembangunan sektor pariwisata. Meningkatkan kunjungan wisatawan yang ingin menikmati paket wisata Karimunjawa,” ujarnya.

PT PLN juga telah mendistribusikan enam tangki solar yang masing-masing memuat 8.000 liter solar. Sehingga saat ini total tersedia 32 ribu liter solar sebagai amunisi PLTD. Dia juga menegaskan jika pengelola homestay tidak melakukan pencurian listrik.